SITASINews, Palembang – Keamanan di lingkungan RT 07 RW 02, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, semakin terganggu semenjak Anak Baru Gede (ABG) yang datang dari luar kampung mulai sering berkumpul di simpang empat Jembatan Kuning dan menyimpan berbagai jenis sajam digudang kosong belakang warung.
Perilaku ini memicu kekhawatiran di kalangan warga setempat, apalagi warga sering melihat adanya penemuan beberapa jenis senjata tajam diareal tidak jauh dari tempat mereka berkumpul.

Kondisi lingkungan ini semakin memburuk sejak pergantian Ketua RT 07 yang baru. Sebelum perubahan kepemimpinan, wilayah ini relatif aman dengan jarang terjadinya kehilangan barang serta tidak ada ABG yang datang dari luar kampung ataupun dari dalam kampung yang kumpul malam diwilayah tersebut.
Dalam beberapa waktu terakhir, warga setempat telah beberapa kali mengalami kehilangan, baik itu kehilangan sepeda motor dan jemuran pakaian yang hilang tanpa jejak.
Bahkan sekarang sejumlah ABG pendatang mulai berani berkumpul di warung sekitar simpang empat Jembatan Kuning pada malam hari, menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga.
Salah seorang warga, BM menyebutkan bahwa dirinya saat akan buang air kecil menemukan besi plat berbentuk pedang yang disembunyikan di gudang belakang warung oleh kelompok ABG yang sedang kumpul tersebut.
“Kalau dulu mana ada anak anak berani kumpul seperti sekarang ini, apalagi sambil membawa senjata tajam, kalau ada anak anak yang kumpul pasti ditegor dan diusir oleh Ketua Rt 07 sebelumnya,” ucapnya.
Selain itu, RN warga lainnya mengungkapkan, sering melihat tumpukan senjata tajam di tempat yang sama. Keberadaan senjata tersebut memicu kekhawatiran tentang potensi ancaman terhadap keamanan lingkungan dan berkemungkinan sajam tersebut untuk mereka tawuran.
Melihat hal ini, tokoh masyarakat setempat, IR berharap pihak Kepolisian Polsek Kertapati segera meningkatkan patroli rutin di kawasan tersebut, khususnya pada malam hari setelah Sholat Isyak hingga tengah malam, untuk menjaga ketertiban dan mencegah kejadian-kejadian yang meresahkan warga.
“Keprihatinan ini semakin mendalam mengingat para ABG yang terlibat tawuran sebagian besar berasal dari luar wilayah RT 07, seperti yang telah dibuktikan dengan penangkapan dua remaja dari RT 32 dan RT 06 oleh pihak kepolisian,” tukasnya.
Keamanan dan ketertiban menjadi perhatian utama bagi warga, dan mereka berharap agar pihak berwenang segera turun tangan untuk menanggulangi masalah ini demi kenyamanan bersama. (RC/Red)









